
Bojonegoro (Kemenag) – Pelaksanaan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru Madrasah terus berlanjut, hal ini merupakan tindak lanjut bantuan PKKB yang diterimakan 18 unsur kelompok di Kabupaten Bojonegoro.
Kelompok Kerja Guru (KKG) Sumberrejo 18 dan 93, Jum’at, 26 Juli 2024 menggelar kegiatan pelatihan dengan mendatangkan fasilitator daerah dari Bojonegoro.
Turut hadir membuka kegiatan pelatihan Plt Kasubag TU Moh. Zainal Arifin didampingi oleh Pengawas Bina Madrasah di Kecamatan Sumberrejo.
Pujiono ketua Kelompok Kerja (Pokja) Sumberrejo 93 kepada para peserta pelatihan mengungkapkan terimakasihnya kepada Kementerian Agama atas bantuan yang telah diberikan.
“Kegiatan pelatihan kali ini akan ada kegiatan in dan on. Kegiatan in dilaksanakan pada hari ini dan 1 Agustus, sementara on dapat dilaksanakan pada Madrasah masing masing. Adapun materi pada kegiatan in adalah Literasi, Sains, dan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM),” lapornya.
Tujuan kegiatan pelatihan yang diikuti 35 peserta tersebut Pujiono menuturkan, adalah meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru guru Madrasah di Kecamatan Sumberrejo.
Sementara itu Sri Widari Pengawas Bina MI Islamiyah Jatigede dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan tersebut menjawab keinginan guru yang ada di Kecamatan Sumberrejo untuk meningkatkan kompetensinya.
“Semua materi yang diberikan hari ini dalam rangka mencetak para guru madrasah lebih baik, lebih maju, dan memberikan manfaat kepada madrasah, serta siswa pada khususnya, yakni mampu melaksanakan pembelajaran, dan juga mampu melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang dilaksanakan,” terangnya.
Selanjutnya Moh. Zainal Arifin saat membuka pelatihan dalam sambutannya memaparkan program prioritas Kemenag Bojonegoro, diantaranya adalah terkait rekruitmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024, hingga program Pemilihan Keluarga Sakinah Mawadah Wa Rohmah (Samawa) yang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro.
Ia juga menuturkan bahwa untuk menciptakan sumberdaya manusia yang bermutu perlu adanya mimpi atau dalam Bahasa Inggris DREAM (Discipline, Routine, Education, Action, and Mentality).
“Terimakasih kepada Guru Guru Madrasah yang memiliki dedikasi yang luar biasa mewujudkan mimpi kita bersama yakni menjadikan Madrasah maju, bermutu, mendunia,” paparnya.[an]